Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Astronom Menemukan Kelompok Galaksi Pertama yang Mirip dengan Kelompok Galaksi Kita

Gambar
Astronom Menemukan Kelompok Galaksi Pertama yang Mirip dengan Kelompok Galaksi Kita Selasa, 11 September 2012 - Penelitian yang disajikan tanggal 23 Agustus 2012 di Majelis Umum Persatuan Astronomi Internasional di Beijing menemukan kelompok galaksi pertama yang sama seperti kita, sebuah hal langka dalam alam semesta lokal. Bima Sakti adalah galaksi biasa namun dibandingkan dengan tetangga dekatnya – Awan Magellan – ia menjadi sangat langka dan mungkin satu-satunya pasangan di jagad raya, hingga sebuah survey alam semesta lokal kita menemukan dua contoh pasangan seperti ini. Astronom Dr Aaron Robotham, bergabung dari nodus Universitas Australia Barat International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) dan University of St Andrews Scotlandia, mencari kelompok galaksi sama dengan kita dalam peta jagad raya lokal paling detail yang ada saat ini, survey Galaxy and Mass Assembly (GAMA). “Kami belum pernah menemukan sistem galaksi lain seperti Bima Sakti sebe...

Tim Ilmuwan Menemukan Bagaimana Keteraturan Tercipta dari Pergerakan Acak Partikel dalam Kosmos

Gambar
Tim Ilmuwan Menemukan Bagaimana Keteraturan Tercipta dari Pergerakan Acak Partikel dalam Kosmos Senin, 8 Oktober 2012 - "Medan-medan ini membantu membentuk arus, dan kemungkinan berperan bersama gravitasi dalam mendukung pembentukan sistem tata surya, yang akhirnya dapat mengarah pada terbentuknya planet seperti bumi." Salah satu misteri yang tak terpecahkan dalam ilmu pengetahuan kontemporer adalah bagaimana struktur-struktur yang sangat terorganisir dapat muncul dari pergerakan partikel yang acak. Hal ini berlaku pada banyak situasi mulai dari objek-objek astrofisika yang membentang selama jutaan tahun cahaya hingga pada lahirnya kehidupan di bumi. Penemuan mengejutkan akan adanya medan elektromagnetik yang mengorganisir-diri pada gas terionisasi (juga dikenal sebagai plasma) akan memberi cara baru bagi para ilmuwan untuk mengeksplorasi bagaimana keteraturan muncul dari kekacauan di dalam kosmos. Temuan ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Natur...

Pemicu Letusan Gunung Berapi Teridentifikasi

Gambar
Pemicu Letusan Gunung Berapi Teridentifikasi Minggu, 14 Oktober 2012 - "Pengadukan magma muda yang panas ke dalam magma tua yang dingin tampaknya menjadi peristiwa yang umum sebelum letusan-letusan besar tersebut terjadi." Para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi pemicu berulang ledakan gunung berapi terdahsyat di muka bumi. Kawah gunung berapi Las Cañadas di Tenerife, Kepulauan Canary, telah menghasilkan setidaknya delapan kali letusan besar sepanjang 700.000 tahun. Peristiwa-peristiwa bencana alam tersebut menciptakan pijar ledakan setinggi lebih dari 25 kilometer dan memuntahkan material awan panas (piroklastik) sejauh 130 kilometer. Bahkan, letusan terkecilnya pun memuntahkan material 25 kali lebih banyak daripada letusan Eyjafjallajökull, Islandia, di tahun 2010. Dengan menganalisis nodul-nodul kristal (bebatuan beku yang terbentuk dari akumulasi kristal dalam magma) yang ditemukan di dalam endapan piroklastik, para ilmuwan menemukan bahwa percam...

Saat Galaksi Memangsa Galaksi dan Galaksi-Galaksi Raksasa Saling Bertabrakan

Gambar
Saat Galaksi Memangsa Galaksi dan Galaksi-Galaksi Raksasa Saling Bertabrakan Senin, 15 Oktober 2012 - "Jika Anda memiliki dua galaksi yang kira-kira sebanding dan keduanya berada di jalur tabrakan, maka masing-masing lebih menembus ke pusat satu sama lain, sehingga ada lebih banyak massa yang berakhir di pusat." Dengan menggunakan “lensa” gravitasional di ruang angkasa, para astronom Universitas Utah menemukan bahwa pusat galaksi-galaksi terbesar bertumbuh menjadi lebih padat – memberi bukti terjadinya tabrakan dan penggabungan secara berulang-ulang antar galaksi-galaksi raksasa. “Kami menemukan bahwa selama 6 miliar tahun terakhir, materi yang membentuk galaksi elips raksasa semakin terkonsentrasi ke arah pusat galaksi. Ini merupakan bukti bahwa galaksi besar menabrak galaksi besar lainnya untuk membuat galaksi yang lebih besar,” kata astronom Adam Bolton, penulis utama dalam studi baru ini. “Penelitian-penelitian paling terbaru sebelumnya telah menunjuk...

Salju Himalaya akan Mengerut Hampir 10 Persen, Bahkan Jika Suhu Tidak Berubah

Gambar
Salju Himalaya akan Mengerut Hampir 10 Persen, Bahkan Jika Suhu Tidak Berubah Selasa, 20 November 2012 - Biarpun hujan, cerah, salju, sebagian salju Himalaya tetap terus mengerut selama bertahun-tahun ke depan. Laporan oleh professor geologi   Brigham Young University Summer Rupper muncul setelah penelitiannya di Bhutan, sebuah daerah di mata badai muson Himalaya. Diterbitkan dalam  Geophysical Research Letters , temuan paling konservatif Rupper adalah bahkan jika iklim tetap sama, hampir 10 persen glasier Bhutan akan hilang dalam beberapa dekade ke depan. Terlebih lagi, jumlah air yang meleleh dari glasier ini dapat turun hingga 30 persen.  Rupper mengatakan peningkatan suhu hanya satu hal dibalik melorotnya glasier. Sejumlah faktor iklim seperti angin, kelembaban, presipitasi, dan penguapan dapat mempengaruhi bagaimana glasier berperilaku. Dengan beberapa glasier Bhutan sepanjang 13 mil, ketidakseimbangan daerah ini dapat membuatnya perlu berde...

Superposisi: Dalam Mekanika Kuantum, Sebab Bisa Menjadi Akibat, Akibat Menjadi Sebab?

Gambar
Superposisi: Dalam Mekanika Kuantum, Sebab Bisa Menjadi Akibat, Akibat Menjadi Sebab? Kamis, 4 Oktober 2012 - Hasil studi ini menyodorkan langkah penting menuju pemahaman bahwa urutan kausal yang definitif mungkin tidak menjadi sifat yang wajib di alam. Salah satu konsep paling mengakar dalam dunia sains dan juga dalam kehidupan sehari-hari adalah perihal sebab akibat; gagasan bahwa peristiwa saat ini disebabkan oleh peristiwa di masa lalu dan, pada gilirannya, tindakan menjadi penyebab untuk apa yang akan terjadi di masa depan. Jika peristiwa A adalah penyebab untuk akibat B, maka B tak bisa menjadi penyebab untuk A. Kini, para fisikawan teoritis dari Universitas Wina dan Université Libre de Bruxelles menunjukkan bahwa dalam mekanika kuantum dimungkinkan untuk menciptakan situasi di mana satu peristiwa bisa menjadi keduanya, sebab maupun akibat. Temuan ini dipublikasikan dalam Nature Communications . Meski belum diketahui apakah situasi semacam itu bisa ditemuk...
Gambar
Menembus batas Fisika klasik: Sifat Mekanika Kuantum Cahaya ditunjukkan Suka dengan artikel ini? Share on facebook Share on email Share on favorites Share on print | More Sharing Services More Minggu, 28 Oktober 2012 - Dengan argumentasi sederhana, para peneliti menunjukkan kalau alam itu rumit! Para peneliti dari lembaga Niels Bohr membuat eksperimen sederhana yang menunjukkan kalau alam melanggar akal sehat – dunia berbeda dari sebagian besar orang percaya. Hasil ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah    Physical Review Letters. Dalam fisika ada dua kategori: fisika klasik dan fisika kuantum. Dalam fisika klasik, objek misalnya mobil atau bola, memiliki posisi dan kecepatan. Ini bagaimana kita secara klasik melihat dunia kita sehari-hari. Di dunia kuantum, benda dapat juga memiliki posisi dan kecepatan, namun tidak di saat yang sama. Bukan semata karena kita tidak tahu posisi dan kecepatan, tapi, kedua hal ini memang tidak dapat ada secara bersamaan....

Mengukur ‘Kabut’ Kosmik yang dihasilkan Sinar Bintang Purba

Gambar
Selasa, 20 November 2012 - Astronom menggunakan data dari Teleskop Antariksa sinar Gamma Fermi milik NASA membuat pengukuran sinar bintang paling akurat di alam semesta dan memakainya untuk menghitung jumlah total cahaya dari semua bintang yang pernah bersinar, memenuhi tujuan misi yang utama.  “Cahaya tampak dan ultraviolet dari bintang terus bergerak di alam semesta bahkan setelah bintang tersebut berhenti bersinar, dan ini menciptakan medan radiasi fosil yang dapat kita jelajahi menggunakan sinar gamma dari sumber jauh,” kata kepala ilmuan   Marco Ajello, seorang peneliti pasca doctoral di  Kavli Institute for Particle Astrophysics and Cosmology Stanford University California dan Space Sciences Laboratory University of California Berkeley. Sinar gamma adalah bentuk cahaya yang paling berenergi. Sejak peluncuran Fermi tahun 2008,  Large Area Telescope (LAT) mengamati seluruh langit mencari sinar gamma energi tinggi setiap tiga jam, mencipt...

Apakah Bulan Pernah Terbelah?

Gambar
Senin, 12 Juli 2010 - Ada yang bilang bulan pernah terbelah. Mari kita periksa klaim ini lewat langkah-langkah berpikir kritis. Bulan pernah terbelah. Yup. Seorang teman saya mengatakan ke Saya kalau dia punya bukti bulan pernah terbelah. Saya skeptik waktu itu. Beliau mengatakan profesor geologi bernama Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menemukannya dan ia menunjukkan fotonya. Ini fotonya Nah, sebagai pemikir kritis, apa yang pertama anda lakukan? Pertama, meminta klarifikasi dengan memberikan pertanyaan. Kedua, memeriksa bukti. Ketiga, memeriksa kesesuaian bukti yang diberikan dengan pengetahuan sebelumnya. Keempat, memeriksa kredibilitas sumber bukti. Kelima, melakukan pengamatan sendiri. Keenam, melakukan induksi dan deduksi. Ketujuh, membuat dan menilai kesimpulan. Kedelapan, menemukan definisi. Kesembilan, menemukan asumsi. Kesepuluh, menemukan alternatif ketiga dan seterusnya. Kesebelas, menetapkan posisi. Karakteristik di atas adalah langkah umum...